December 14, 2010

Pengakuan Iman Nicea

Ajaran Rasuliah ini dengan berlalunya waktu dirumuskan dengan rumusan pendek-pendek, misalnya: I Korintus 8:6, Kolose 1:15-16, Roma 10:9-10, I Korintus 15:3-5, dll. Rumusan pendek-pendek ini biasanya diucapkan pada saat seorang dibaptiskan, dan mulai dikumpulkan dalam bentuk Pengakuan Iman (Shahadat atau Kredo). Shahadat yang pertama kali mempunyai bentuk baku adalah Shahadat dari Gereja Orthodox Lokal di Roma, yang sekarang kita sebut sebagai: Pengakuan Iman Rasuli. Jadi Pengakuan Rasuli adalah rumusan dari Pengakuan Iman Gereja Barat, yang tak bersifat Universal, namun lokal saja. Gereja-gereja Protestan yang pada dasarnya produk Gereja Barat mewarisi Iman Rasuli yang didapatkannya dari Gereja Roma itu.
Di Gereja Timur pun muncul rumusan-rumusan pendek seperti itu namun tak segera menjadi baku. Pada saat Konsili Universal dari Gereja Orthodox Purba yang mengikut sertakan Timur dan Barat yang dilakukan di pusat Gereja Timur; Nikea - Konstantinopel (325, 381 Masehi) Rumusan Universal dari Iman Rasuli itupun dihasilkan. Dan inilah yang disebut sebagai Pengakuan Iman Nikea atau Syahadat Nikea. Karena Syahadat ini isinya lebih rinci dari pada Syahadat Rasuli, serta menyangkut keseluruhan yang ada dalam Syahadat Rasuli, maka Syahadat inilah yang menjadi standart pengakuan Gereja. Lagi pula ini dirumuskan oleh Gereja Universal yang esa, yang belum terpecah-pecah, dan bukan produk Gereja Lokal, maka Iman ini adalah Iman yang Universal dari Gereja yang esa itu. Inilah Iman Rasuliah Gereja Purba, bukan ide sektarian dari suatu aliran keagamaan tertentu. Inilah simbol Iman Kristen sejati. Dan atas dasar Pengakuan Iman Nikea inilah kita akan membicarakan segenap kebenaran wahyu Ilahi itu dalam pembicaraan kita tentang Aqidah ini, karena Pengakuan Iman ini adalah ringkasan dari seluruh ajaran Rasuliah yang termaktub dalam Kitab Suci.
Bunyi Pengakuan Iman Nicea :
 
1. Aku percaya pada satu Allah, Sang Bapa, Yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi, dan Segala Sesuatu yang Kelihatan maupun Tak Kelihatan.
 
2.Dan kepada Satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang diperanakkan dari Sang Bapa sebelum segala zaman. Terang yang keluar dari Terang; Allah Sejati yang keluar dari Allah sejati; Yang Diperanakkan dan bukan diciptakan, satu Dzat Hakekat dengan Sang Bapa; yang melaluiNya segala sesuatu diciptakan.
 
3. Yang untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, telah turun dari Sorga, dan menjelma oleh Sang Roh Kudus dan dari Sang Perawan Maryam serta menjadi Manusia.
 
4.Telah disalibkan bagi keselamatan kita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, Dia menderita sengsara dan dikuburkan.
 
5.Dan telah bangkit lagi pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci.
 
6.Dan telah naik ke Sorga, serta duduk disebelah kanan Sang Bapa.
 
7.Serta Dia akan datang lagi dalam kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup maupun orang mati, yang KerajaaNya tidak ada akhirnya.
 
8.Dan aku percaya pada Sang Roh Kudus, Tuhan Sang Pemberi Hidup, yang keluar dari Sang Bapa, yang bersama dengan Sang Bapa dan Sang Putra disembah dan dimuliakan, yang berbicara melalui para Nabi.
 
9.Aku percaya pada Gereja Yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik.
 
10.Aku mengakui Satu Baptisan bagi Pengampunan dosa-dosa
 
11.Aku menunggu akan kebangkitan Orang-Orang mati .
 
12. Serta Kehidupan Zaman yang akan datang. Amin.
 
Dari Pengakuan Iman diatas kita lihat unsur-unsur Aqidah Iman itu secara garis besar. Atas landasan isi yang sudah secara garis besar dikandung dalam Pengakuan Iman ini pula kita akan memperdalam makna Aqidah Iman Rasuliah atau Dogma Orthodoxia Kristen itu secara rinci. Untuk itulah mari kita bahas rincian kandungan dan tema-tema aqidah yang ada dalam Pengakuan Iman (Syahadat) Kristiani itu.
Bentuk Tema Pengakuan Iman
 
Rumusan ini disebut Pengakuan karena berbentuk suatu pernyataan "Aku" dan disebut Pengakuan Iman karena si "Aku" ini menyatakan "Percaya" (Beriman). Dalam Bahas Arab disebut "Syahadat" dari kata "Asyhadu" artinya "Aku mengaku" atau "Aku Bersaksi". Dan orang yang bersaksi atau mengaku ini disebut "Syahid".
 
Bentuk dari Pengakuan Iman ini dapat kita katakan sebagai bentuk pengakuan yang ber-pola-kan Tritunggal, yaitu: butir 1, mengenai Allah, Bapa dan KaryaNya; butir 2-7 mengenai Yesus Kristus (Firman Allah) dan KaryaNya, butir 8-12 mengenai Roh Kudus (Roh Allah) dan KaryaNya. Dengan demikian Pengakuan Iman ini adalah Pengakuan kepada: Allah Yang Esa (Bapa), FirmanNya yang kekal (Putra), dan RohNya sendiri yang berada di dalam Diri Allah ( Roh Kudus). Keyakinan akan Tritunggal Maha Kudus (Allah Yang Esa yang memiliki Firman dan Roh Yang Kekal) itu menjadi kesimpulan dari semua aqidah Iman Kristen, salah mengerti makna Tritunggal Maha Kudus itu akan mengacaukan pengertian kita akan Aqidah kebenaran itu sendir
 
Dari kedua belas butir Pengakuan Iman ini, butir-butir mengenai Yesus Kristus jauh lebih banyak dibanding dengan butir-butir yang lain, yaitu ada 6 butir (dari butir 2 s/d butir 7), disusul oleh butir-butir mengenai Roh Kudus: 5 butir (dari butir 8 s/d 12). Ini menunjukkan sentralitas Yesus Kristus dalam Iman Kristen, dan pentingnya Roh Kudus dalam pengalaman kehidupan Kristen. Dikatakan pengalaman, karena karya Roh Kudus bertalian langsung dengan eksistensi Kristen yaitu: Sakramen (Baptisan), Gereja dan Kebangkitan serta kehidupan kekal
 
Dalam Yesus Kristuslah secara obyektif manusia diselamatkan: Turun dari Sorga, Menjelma, Disalibkan, Dikuburkan, Bangkit, Naik ke Sorga dan Datang untuk kali yang ke dua.
 
Namun dalam Roh Kuduslah keselamatan yang bersifat historis (dibawah pemerintahan Pontius Pilatus) dan realistis (telah turun, telah disalibkan, telah bangkit, telah naik ke sorga) itu menjadi pengalaman subyektif manusia melalui menyatu dengan kematian dan kebangkitan Kristus dalam Baptisan dan menghayati makna kehidupan baru itu di dalam Gereja. Sehingga oleh Roh Kudus yang sama itu, manusia manunggal dengan kehidupan kebangkitan Kristus ("kebangkitan orang-orang mati") untuk akhirnya masuk dalam kehidupan Ilahi yang dinyatakan dalam langit baru dan bumi baru ("Kehidupan zaman yang akan datang")
 
Rangkuman waktu yang dibahas oleh Pengakuan Iman ini adalah sejak diciptakannya langit dan bumi sampai dengan zaman yang akan datang. Artinya Pengakuan Iman ini merangkum segenap aqidah bagi kehidupan Kristen yang menembus dari asal mula (Sangkan) sampai dengan tujuan akhir (Paran) Ciptaan (Dumadi). Dan semuanya terjadi karena Allah melalui Yesus Kristus Di dalam Roh Kudus.
Dikomposisi ulang oleh admin 
Sumber :
1. Ajaran Iman Gereja Orthodox, oleh Archimandrit Romo Daniel B.D. Byantoro, Phd.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment