Showing posts with label tradisi. Show all posts
Showing posts with label tradisi. Show all posts

December 2, 2013

Mengapa Pesta Natal dirayakan 25 Desember?

oleh: P. Victor Hoagland, C.P.
Kelahiran Yesus

Tidaklah mudah untuk menentukan dengan tepat asal-mula Pesta Natal, yang sekarang menjadi perayaan yang paling penting dalam masa Natal di sebagian besar Gereja-gereja Ritus Barat. Kita hanya dapat mengatakan dengan pasti bahwa kelahiran Yesus Kristus mulai dirayakan di Roma sekitar tahun 336 A.D. (Anno Domini = Tahun Masehi); kemudian Pesta Natal dirayakan juga di gereja-gereja Kristiani lainnya di seluruh dunia.

Mengapa Pesta Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember? Tidak ada catatan mengenai tanggal kelahiran Yesus yang dapat kita temukan dalam Perjanjian Baru. Kitab Suci jauh lebih mementingkan “Siapakah Yesus?” daripada tanggal kelahiran-Nya. Perkiraan Gereja Perdana akan tanggal kelahiran-Nya dipengaruhi oleh tanda-tanda perubahan musim, yang kemudian diterima dalam pemikiran religius, yang dengan seksama memperhatikan equinox (di mana waktu siang dan malam sama lamanya) dan titik balik matahari. Para ilmuwan Kristiani memperkirakan bahwa Yesus dikandung pada equinox musim semi (25 Maret) dan oleh karenanya dilahirkan pada tanggal 25 Desember, tanggal titik balik musim dingin.

Di banyak gereja Kristiani, tanggal 25 Maret masih tetap dirayakan sebagai Hari Raya Kabar Sukacita, yaitu ketika Malaikat Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria bahwa ia akan menjadi bunda Yesus.

Pesta Natal mungkin juga berasal dari perayaan kafir “Dewa Matahari yang tak terkalahkan” yang ditetapkan oleh Kaisar Aurelius pada tahun 274 A.D. dan dirayakan pada tanggal 25 Desember, yaitu pada hari terjadinya titik balik musim dingin, di Roma dan di seluruh wilayah kekaisaran. Umat Kristiani mengambil alih perayaan tersebut untuk merayakan pesta “Surya Kebenaran” (Maleakhi 4:2), yaitu Yesus Kristus, yang menyebut Diri-Nya “Terang Dunia” (Yohanes 8:12).

sumber : “The Feast of Christmas” by Fr Victor Hoagland, C.P.; Copyright 1996, 1997, 2000 - The Passionist Missionaries; www.cptryon.org/prayer
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Victor Hoagland, CP.”

March 8, 2011

Serial Tweet #tradisiAm

diambil dengan ijin @RisdoMangun dari http://twitter.com/RisdoMangun

1.Menanggpi TL Bg @ dn @ atas TL gokil @, mrasa perlu mluruskn bbrp hal soal sngja skrg biar tnang


2.Sy gk mau protes soal ksungguhan mrka mlwan pelecehan minoritas, sy cm ingin mprbaiki kesalhnphman trkait 

3.Dlm bbrp kasus yg salah paham  umumnya mengutip pndangan , jd justru sering berbalik mnyrang kekristenan


4.Krn pd hakikatnya  muncul krn mencoba melepaskan pnafsiran Alkitab dari 


5.Cikal bakal hal ini sbnarnya slogan reformasi Sola Scriptura, yg meski baik dlm bbrp hal, namun jk ekstrim akn mlnyapkan


6.Ini pula yg mmbuat tman2 protestan slah paham akan mengira gereja2 yg lebih tua menyimpang dr Alkitab


7.Pdhal dlm  Alkitab bknnya tidak diakui sbagai Firman Allah, justru sangat dijunjung tinggi


8.Hanya saja Alkitab dianggap sebagai bagian utama dari jd tidak lepas begitu saja


9.Sikap seperti ini akn mnjaga agara tafsiran Alkitab tidak serampangan skhendak orang. Tapi dijagai oleh 


10.Jadi saat gereja2 yg lbh tua dr Protestan (ktolik Roma/Timur, orthodoks, Assiria) mnyatakan bhwa mereka mnjujung 


11.Sebnarnya mereka juga menjunjung Alkitab sbgai firman Allah yg mrupakan bgian utama  tadi.


12.Bicara soal  tentu kt harus mengingat bhwa ini diteruskan dari Kristus mlalui para rasul


13.Para rasul kemudian meneruskan  ini kepada jemaat secara tak putus-putusnya dikenal sbagai 


14.Misalnya di Antiokhia Rasul Petrus mnruskan ajaran kpd St. Ignatius, St. Evodius, dst  


15.Rasul Yohanes mnruskan ajaran kpd St. Polikarpus, St. Polikarpus kpd St. Ireneus dst...  


16.Dlam  jika ad yang mengajarkn/mnuliskan suatu doktrin kristen kpd jmaat, akn ditanyai  dari tulisan/orang tsb


17.Penggunaan  dalam  ini mirip dengan ilmu sanad hadits dlm Islam


18.Ajaran/tulisan yang tidak bisa menunjukkan kesinambungan akan ditolak dalam 


19.Wajar saja kalau kbanyakan Injil Palsu selalu memulai klmtny dengan : Inilah perkataan rahasia dari Yesus… 


20.Sebab kitab2 tersebut tidak bisa membuktikan sinambungnya mereka dengan  dlam 


21.Tanpa  tak mungkin ada  tak mungkin pula terangkum Alkitab seperti skrang. Suksesi ini ad lbh dulu dr Alkitab


22.Maka dari itu pnting sekali kita memandang Alkitab tak lepas dari yang diturunkan lewat 


23.Selain yang tertulis dlm Alkitab,  juga mriwayatkan bentuk-bentuk lain  diajrkan scra lisan maupun lwt tulisan


24.Penetapan bentuk dan corak kepemimpinan dlm jemaat adalah salah satunya  


25.Demikian pula beberapa ajaran-ajaran dan tata cara beribadah 


26.Alkitab sendiri memberi kesaksian hal ini misal dalam II Tes 2: 15 


27.Memandang ritual/ajaran dlam gereja2 tua tnpa memahami akn menghasilkan tuduhan serampangan


28.Bahkan orang mungkin mengira ritual/ajaran  itu berasal dari kekafiran/penyembahan brhala


29.Inilah yang dialami oleh Yohanes Calvin saat mghapus banyak sekali  di Gereja Calvinis


30.Memang harus diakui ada beberapa penyimpangan Alkitab di greja tua (wktu itu khususnya Grja Katolik Roma) yg seolah dibenarkn 


31.Tapi jika dirunut-runut kebenarannya akan kelihatan bahwa pnyimpangan itu juga adlh pnyimpangan terhadap 


32. Luther lebih bersikap menghapus  yang dianggapnya tdk sesuai dengan Alkitab


33.Tapi Calvin lebih ekstrim dengan menghapus semua yang tidak tertulis di Alkitab


34.Inilah yg membuat Protestan khususnya Calvinis tdk bisa lagi menyelami keasalian  bahkan menyepelekan/menghindarinya


35.O ya  ini tidak hanya bicara ap yang dilakukn di Greja Ktolik Roma, tp juga Grja2 Timur (Ort Timur, Oriental, Kat.Timur,Assira)


36.Pmhaman Gereja2 Timur sering membantu mnengahi perdbatan Protestan dn Ktolik Roma soal  yg sering mnjurus k konflik nonteologis


37.Mari bhas brrpa  lain yg sering diperdebatkan. Pertama soal 


38.Rosario di Katolik, Doa Puja Yesus di Gereja Timur adlah bntuk2 yang dipraktikan sbgai 


39.Bentuk  brasal dr Yahudi, sbgaimana diikuti oleh Kristus dn diteladani srta diajarkan para rasul dlm 


40.Selengkapnya pnjlasan ini dpt dilihat di  


41.Jadi  dalam  bukanlah kebiasaan pagan,sebagai mana dituduh oleh 


42.Dmikian pula  yang merupakan  yang juga diteruskan dan diberi makna baru oleh Al-Masih


43.Lebih lngkap dpt diihat di link yg sama  


44.Selanjutnya  soal penghormatan kepada yang sering dituduh sbgai penyembahan berhala


45.Padahal letak perbedaan  dan Protestan disini bukanlah soal apakah  itu disembah dalam doa, jd bkan soal pmbrhalaan


46.Tapi soal apakah  itu masih hidup atau suda mati. Di  diyakini orang percaya tetap hidup di surga


47.Keyakinan ini juga diajarkan Alkitab. Mis Mat 22:32, 27:52,Yoh 8:56, 10:25,Ibr 11:40-12:1, dll  


48.Jadi meminta  mendoakan kita dalam adalah hal yg wajar, sama seperti meminta pendeta/saudara yang lain mendoakan kt


49.Kaum Protestan boleh-boleh sjaa tidak setuju bhwa  itu masih hidup dan tidak mminta doa kepadanya.


50.Tapi tentu harus memahami bahwa  bukannya menyembah berhala saat meminta didoakan oleh 


51.Penghormatan  dlam  seharusnya juga dimaknai kerinduan untuk menghargai teladan mereka


52.Sebab   adalah orang2 biasa, namun dipakai Tuhan utk jadi inspirasi. Sehingga patut dikenang


53.Gereja  sdar betul bhwa mnusia suka mlupakan teladan2  stlah lewat bbrpa waktu (spt yg trjadi pd tokoh2 Protestan).


54.Maka dari itu dengan sadar  mendaftarkan u/ trus dhormati dan dhayati tladannya. Disusun pula kalender pengenangnya


55.Hampir sama dengan itu adalah penghormatan kepada dalam . Ini sering dikira diambil dari devosi


56.Padahal memandang  sebagai ibu adalah yang diperintahkan oleh Al-Masih (Yohanes 19:27) khusnya kpada Rasul Yohanes


57.Menurut  mengucap salam utk  adalah teladan yg selalu dilakukan oleh para rasul. Trutama Rasul Yohanes


58.Maka  salam kepada  pun terus dilakukan karena keyakinan  tetap hidup di surga.


59.Mmg bbrpa Bapa Gereja sempat khawatir  ini akan dianggap sama dengan pemujaan dewi Bumi (Diana/venus/Astera, dll)


60.Salah satu alasan Nestorius dan Grja Assiria menolak sebutan “Bunda Allah” untuk  juga karena hal ini. 


61.Meski demikian Gereja Assiria tidaklah menyalahkan penghormatan kepada  sosok beliau tetap dihormati


62.Kiranya teladan Gereja Assiria ini boleh diikuti kaum Protestan shngga tdk asal tuduh   itu sesat/berasal dari pagan


63.Apalagi menuduh   sebagai cangkokan dari pemujaan  seperti tuduhan 


64.Berikutnya adalah  soal penggunaan , baik berupa lukisan maupun patung


65.Orang Protestan suka menuduh   melanggar Titah Kedua Hukum Taurat


66.Padahal dlm Kemah Suci/Bait Allah PL juga bnyak patung2 mis Kerubim, pohon korma, buah labu, lembu, singa dll. 


67.Kenapa hal ini tidak salah? Karena yang dilarang adalah patung untuk disembah sebagai ilah.  


68.Dalam   sebenarnya adalah teologi (pengajaran/kesaksian) lewat seni rupa


69.Sama sprti seni retorika boleh dipkai berteologi (dlm khotbah), seni musik/suara dipakai brteologi (dlm kidung pujian) 


70.Sama sprti seni menulis dipakai berteologi (dlm tulisan2 kristen), seni tari dipakai berteologi (misal kyak tmborin) dll  


71.Maka dalam hal ini kesahihan penggunaan  adalah sama seperti pengejawantahan sarana brteologi lainnya dalam 


72.Untuk jemaat mula-mula   bahkan dirasa sangat perlu, saat aniaya kdang sgt perlu simbol2 penanda


73.Adanya   juga membantu pekabaran Injil kpd orang-orang yang buta huruf. Namun ini bukanlah alsan utama


74.Penggunaan   inipun sempat dikhawatirkan di bbrpa jemaat. Mereka khawatir ini disamakan dengan patung pemujaan berhala


75.Inilah yang mendorong gerakan ikonolast (penghancuran ikon) pada sekitar Abad VII.  


76.Namun gerakan ini toh tidak berhasil menghancurkan penggunaan   sebab jemaat mencoba seimbang


77.Sbgai imbas grakan itu di sebagian Gereja Syria dan Assiria   digantikan dengan seni kaligrafi 


78.Ini pulalah yang mungkin mjadi alasan mengapa Islam yang dekat dengan Gereja Assiria juga sedikit alergi terhadap  


79.Tapi setidaknya sudah jelas bhwa   bukan berasal dr penyembahan berhala seperti tuduhan 


80.Itu dulu ya tweeps, kpan2 dlanjut klo ad prtanyaan/prbdaan mis ttg  misal soal    dll.


81.Semoga kita mau sama-sama menghargai, tidak salah paham, serta banyak belajar tentang 


82.Sebab ada perbedaan kedalaman kasih antara sekedar menghargai perbedaan dengan mencoba memahami. Salam  ya!



February 10, 2011

HANYA ALKITAB-KAH SUMBER IMAN KITA?

Romo Pidyarto OCarm

-Tradisi dan Alkitab -
Sering ditanyakan oleh orang-orang kristen fundamentalis: "Mengapa Gereja Katolik percaya kepada kenaikkan Maria ke surga, kepada Maria yang mengandung tanpa noda?", dan sebagainya. Kesukaran yang mereka ajukan ialah: "Bukanlah semuanya itu tidak tertulis dalam Alkitab?" Jadi, banyak hal yang menurut mereka tidak tertulis secara jelas dalam Alkitab tidak dapat dibenarkan atau bahkan bertentangan dengan Alkitab. Bagaiman jawaban Gereja Katolik?

Hanya Alkitabkah sumber iman kita?

Kadang-kadang kaum fundamentalis mengutip dua ayat berikut ini sebagai "bukti" untuk menunjukkan kekeliruan Gereja Katolik yang mengajarkan bahwa selain Alkitab ada juga tradisi yang dihormati sebagai sumber imannya:

a. Yoh 5 :39 yang berbunyi : "Kamu menyelidiki Kitab Suci ."
b. Kis 17:11 yang berbunyi: "Mereka itu orang-orang Yahudi di Berea menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

Bagaimana jawaban kita?
Pertama, Yoh5:39 dikutip lepas dari konteksnya. Di situ Yesus mengecam orang-orang Yahudi yang mau menyelidiki Kitab Suci untuk mendapatkan kehidupan, tetapi nyatanya mereka tidak mampu percaya kepada Yesus, yang adalah "Jalan, Kebenaran dan Kehidupan." Jadi ayat itu tidak bermaksud mengatakan bahwa segala ajaran kristen harus diselidiki kebenarannya dalam Alkitab. Sekali lagi, konteks Yoh 5:39 harus diperhatikan.

Kedua, Sepintas lalu ayat Kis 17:11 nampaknya segera membenarkan paham bahwa satu-satunya pedoman iman kita adalah Kitab Suci, sebab di situ dikatakan bahwa firman (atau kebenaran agama kristen) yang diterima oleh orang-orang Berea diteliti kebenarannya dengan menyelidiki Kitab Suci. Namun, benarkah bahwa ayat itu bermaksud mengatakan bahwa setiap dan semua pengajaran iman kristen harus dapat dibuktikan dari Kitab Suci? Seandainya memang demikian, itu berarti bahwa agama Yesus Kristus tidak mempunyai kelebihan apapun dibandingkan agama Israel lama. Mengapa kita dapat berkesimpulan demikian? Sebab kalau Perjanjian Baru sendiri berbicara tentang tulisan suci atau kitab suci, maka yang dimaksud di situ adalah kitab Perjanjian Lama (sebab tulisan-tulisan Perjanjian Baru sendiri waktu itu praktis belum ada). Jadi kalau orang mengatakan bahwa Kis 17:11 merupakan bukti bahwa semua kebenaran kristen harus dapat dibuktikan dalam Kitab Suci (yang - perhatikan sekali lagi - sama dengan Perjanjian Lama saja), maka itu berarti bahwa semua ajaran Kristen harus dapat dikukuhkan oleh Perjanjian Lama. Jadi, Perjanjian Baru sendiri tidak perlu atau hanya penjabaran belaka dari Perjanjian Lama, tidak lebih dari itu. Jelas hal ini tidak dapat kita terima. Perjanjian Baru jelas mengandung ajaran-ajaran yang tidak termuat dalam Perjanjian Lama. Bukankah Perjanjian Baru juga mengkoreksi dan melengkapi Perjanjian Lama? (bdk Mat 6:21 dst). Dengan keberatan sangat serius ini maka Kis 17:11 tidak dapat kita pakai sebagai bukti bahwa sumber iman kita hanyalah Alkitab. Dari Kis 17:11 kita hanya dapat mengetahui bahwa kebenaran-kebenaran agama kristen yang diterima oleh orang-orang Yahudi di Berea terbukti sesuai dengan Perjanjian Lama, dan bukan bahwa semua kebenaran agama kristen harus dapat dibuktikan dalam Perjanjian Lama.

Ayat-ayat yang mengandung gagasan tradisi

Untuk mendukung ajaran Katolik megenai pentingnya Tradisi, biasanya di kemukakan ayat-ayat berikut ini:

a.. Kis 2:42 dimana dikatakan bahwa jemaah Kristen perdana bertekun dalam pengajaran para rasul, jauh sebelum tulisan-tulisan Perjanjian Baru sendiri lahir. Jadi kehidupan iman gereja tidak terbatas pada buku saja, tatapi juga pada ajaran lisan para pemimpin suci yang ditetapkan oleh Tuhan.

b.. 1 Kor 15:3 dimana dikatakan oleh Paulus bahwa kebenaran tentang Yesus Kristus dia terima sendiri (jelas secara lisan).

c.. 2 Tes 2:15 dimana Paulus menasehati umatnya:
"Berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan maupun secara tertulis."
Ajaran-ajaran yang tidak tertulis semacam itulah yang kita sebut tradisi.

d.. Yoh 21:25 yang berbunyi: "masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau semua itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak memuat semua kitab yang harus di tulis itu." Ayat ini menunjukan bahwa tujuan penulisan injilnya bukanlah untuk mendaftar semua ajaran Kristen atau membuat daftar lengkap dari ucapan dan perbuatan Yesus. Yang dia tulis hanyalah hal- hal yang paling mendasar untuk keselamatan manusia. Hal yang sama kiranya berlaku untuk kitab- kitab Perjanjian Baru lainnya.

Tradisi dan Alkitab

Salah satu hal yang menbedakan Gereja Katolik dari Gereja Protestan adalah paham mengenai wahyu Allah dissimpan dan diteruskan kepada umat manusia disegala tempat dan jaman. Menurut Gereja Katolik: melalui Tradisi dan Alkitab! Apakah Tradisi itu? Bagaimana hubungannya dengan Alkitab? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu kita bahas ajaran Gereja Katolik mengenai terjadinya Alkitab.

Pertama-tama, ada Allah yang mewahyukan Diri-Nya melalui para nabi, utusan-Nya. Para nabi itulah yang mewartakan Sabda-sabda Allah. Tetapi Allah bersabda juga melalui karya-karya- Nya yang agung dan melalui peristiwa-peristiwa hidup. Jadi dengan kata dan perbuatan Allah mewahyukan Diri-Nya, artinya Ia memperkenalkan siapakah Diri-Nya dan apakah rencana-Nya untuk keselamatan manusia. Dengan wahyu illahi ini Allah menyapa kita sebagai sahabat-Nya (Konstitusi Dei Verbum paragrap 2), mengadakan kontak batin dengan kita dan ingin bersatu dengan kita. Wahyu Allah inilah yang diterima oleh sekelompok umat manusia yang kita sebut gereja (baik dalam bentuk permulannya, yakni bangsa Israel, maupun dalam bentuk yang sudah tetap, yakni Gereja Yesus Kristus). Wahyu Allah itu bergema dan dihayati oleh Gereja dalam ibarat, ajaran dan seluruh kehidupan mereka. Inilah yang disebut Tradisi. Tradisi adalah Sabda Allah sejauh diterima dan dihayati Gereja dalam hidupnya, ajarannya dan ibaratnya. Atau dapat dikatakan juga bahwa Tradisi adalah iman Gereja terhadap Wahyu Allah/Sabda Allah.

Lama kelamaan, ketika para rasul Yesus mulai wafat satu persatu, timbul kebutuhan untuk menuliskan ajaran-ajaran yang mereka wariskan secara lisan itu, agar Gereja mempunyai pegangan. Untuk tujuan ini Roh Allah mengilihami orang-orang tertentu dalam Gereja untuk menuliskan apa yang dihayati dalam Tradisi itu dalam Alkitab. Jadi, dalam arti tertentu, Alkitab itu adalah bagian dari Tradisi atau bentuk tertulis dari Tradisi. Tetapi berkat ilham Roh Kudus, Alkitab mempunyai nilai istimewa sebab Allah sungguh-sungguh berkenan bersabda melalui kata-kata manusia dalam Alkitab.

Dari uraian diatas nampak betapa eratnya hubungan Tradisi dan Alkitab. Oleh karena itu Alkitab harus ditafsirkan dalam konteks dan dalam kesatuan dengan Tradisi. Sulit membayangkan penafsiran Alkitab lepas dari Tradisi, sebab sebelum Alkitab ditulis, Sabda Allah itu sudah lebih dahulu dihayati dalam Tradisi. Sebaliknya, karena penulisan Alkitab itu ada dibawah pengaruh Roh Kudus sendiri, maka Tradisi yang dihayati Gereja disegala jaman itu harus dikontrol dalam terang Alkitab.

Untuk sedikit mempermudah pemahaman kita tetang proses penulisan Alkitab dan kaitannya dengan Tradisi, baiklah kita ambil contoh kongkrit ini. Bagaimana garis besar terjadinya ayat-ayat Perjanjian Baru yang mewartakan bahwa Yesus Kristus adalah penyelamat dunia ? Pertama-tama Allah mewahyukan bahwa Yesus Kristus adalah juru selamat umat manusia; lalu Gereja menerima wahyu tersebut dalam iman dan menghayatinya dalam ibadat-ibadatnya, dalam ajaran-ajarannya dan dalam seluruh kehidupannya. Inilah Tradisi. Akhirnya, berkat ilham Roh Kudus iman itu dirumuskan secara tertulis dalam ayat-ayat Alkitab. Sebagai konsekuensinya, ayat-ayat semacam itu akan dapat dipahami sepenuhnya bila ditafsirkan dalam terang Tradisi.

Dengan uraian singkat diatas kita dapat memahami dengan lebih mudah apa yang diajarkan oleh Konsili Vatikan II mengenai hubungan Tradisi dan Alkitab berikut ini:

"Jadi Tradisi Suci dan kitab Suci erat hubungannya satu sama lain dan saling berkomunikasi. Sebab keduanya, yang berasal dari sumber illahi yang sama, bagaimanapun bergabung menjadi satu dan mengarah ke tujuan yang sama. Karena kitab Suci adalah penuturan Allah sejauh dituangkan kedalam tulisan dengan ilham Roh Illahi; sedangkan Tradisi Suci, meneruskan secara utuh Sabda Allah, yang dipercayakan Kristus kepada para Rasul dan para pengganti mereka, agar dipelihara dengan setia, dijelaskan dan disebarluaskan didalam pewartaan mereka sampai diterangi Roh Kebenaran. Maka Gereja menimba kepastiannya mengenai segala sesuatu yang diwahyukan tidak hanya dari Kitab Suci. Oleh karena itu kedua-duanya harus diterima dan dijunjung tinggi dengan perasaan saleh dan hormat yang sama."

Tradisi (yang lisan itu) ada sebelum Alkitab. Kemudian Tradisi lisan itu dituangkan dalam bentuk tertulis oleh penulis-penulis suci yang adalah anggota Gereja. Kemudian Gereja (melalui pimpinan suci yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri) meneguhkan mana yang adalah bagian Alkitab dan mana yang bukan. Jadi, sejauh mengenai penulisan Alkitab sendiri, Gereja ada sebelum Alkitab. Dalam arti inilah Alkitab kita sebut juga buku Gereja. Namun ini bukan berarti bahwa Gereja mengatasi atau lebih tinggi daripada Alkitab. TIDAK! Gereja tetap harus mendengarkan dan menaati Sabda Allah dalam Alkitab. Akan tetapi, seperti sudah diterangkan didepan, Gereja Yesus Kristuslah yang mendapat wewenang untuk mengajar kita bahwa kitab-kitab tertentu adalah benar-benar Sabda Allah. Dan wewenang untuk mengajar soal-soal iman dan susila ada ditangan para uskup sebagai pewaris sah para rasul dengan Paus sebagai pemimpin, yakni peringgati Petrus. Nah, Gereja yang sama itulah yang megajar kita juga bahwa Tradisi itu harus dihormati dengan "perasaan saleh dan hormat yang sama."

Auto-kritik

Akhir-akhir ini banyak disebarluaskan di Indonesia terjemahan buku atau artikel yang menyerang Gereja Katolik. Banyak kelompok fundamentalis yang tidak segan-segan menuduh Gereja Katolik sebagai Gereja Iblis, ilmu tenung, dan sebagainya. Mereka begitu yakin bahwa orang-orang Katolik pasti masuk neraka sebab Gereja Katolik itu begitu sesat.

Setelah kita melihat bagaimana terjadinya Alkitab dalam sejarah, dan bagaimana perasaan Gereja dalam penentuan kanon Alkitab, maka mengkritik Gereja Katolik sebagai Gereja yang begitu rapuh dan mudah sesat berarti mengkritik diri sendiri (auto-kritik) . Mengapa? Sebab Alkitab yang mereka pakai sebagai senjata untuk menyerang Gereja Katolik adalah Alkitab yang hampir seluruhnya sama dengan Alkitab yang dahulu ditetapkan sebagai Sabda Allah oleh Gereja Katolik, yakni Gereja yang mempunyai struktur pimpinan yang sama dari dulu hingga sekarang. Bagaimanapun juga kaum fundamentalis yang merupakan sekte-sekte Kristen itu sudah mengambil-bagian dalam iman dasar Gereja Katolik, yakni bahwa minimum 39 kitab Perjanjian Lama dan ke-27 kitab Perjanjian Baru itu adalah Sabda Allah. Jadi kalau kaum fundamentalis itu percaya bahwa Gereja Katolik itu Gereja yang begitu rapuh, yang sesat dan sebagainya, maka bagaimana mungkin mereka menerima juga Alkitab yang diwariskan oleh Gereja yang begitu rapuh semacam itu? Tidakkah Alkitab yang diwariskan oleh Gereja semacam itu tidak bisa dipercaya juga? Pohon yang tidak baik tidak bisa menghasilkan buah yang baik. (Tetapi harap pepatah ini diartikan dengan tepat! Bukan berarti Alkitab adalah Sabda Gereja). Tidak bisa disangkal bahwa kanon Alkitab kaum fundamentalis sebelum ditetapkan oleh Gereja Reformasi sudah lebih dahulu ditetapkan sebagai Sabda Allah oleh Gereja Katolik.

Perbedaan antara Tradisi dan tradisi-tradisi:

Tradisi (dengan huruf T besar) harus dibedakan dari tradisi (dengan huruf t kecil) atau dari tradisi-tradisi. Kita percaya bahwa Tradisi itu berasal dari para rasul dan merupakan wahyu Tuhan. Sedangkan tradisi-tradisi berarti kebiasaan-kebiasaan Gereja yang manusiawi, dan karenanya tidaklah hakiki, artinya bisa diganti dengan kebiasaan lain yang sesuai dengan tuntutan jaman dan kebudayaan. Penggunaan organ dalam ibadat, penggunaan lonceng dan sebagainya adalah tradisi Gereja yang manusiawi, jadi boleh dihapuskan dan diganti dengan hal lain. Tetapi penggunaan roti dan anggur sebagai bahan untuk Misa, misalnya, adalah bagian dari Tradisi yang tidak bisa diubah.


oleh Romo Pidyarto OCarm
ditulis oleh Br. Yoanes FC (di Milis KAS)