May 12, 2008

Para Rasul

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.



Keduabelas Rasul (Bahasa Yunani: πόστολος, apostolos) adalah para pria yang, menurut Injil-Injil Sinoptik dan tradisi-tradisi Kristiani, dipilih dari antara murid-murid Yesus untuk suatu misi. Menurut Bauer lexicon, Kamus Alkitab Perjanjian Baru Yunani-Ingris Walter Bauer: "...Yudaisme mempunyai jabatan yang dikenal sebagai rasul (שליח)". Dalam Islam, Al-Qur'an menyebut Keduabelas Rasul sebagai "الحواريون".
Injil Markus menyebutkan bahwa Yesus pertama-tama mengutus keduabelas orang tersebut pergi berdua-dua (Markus 6:7-13, bdk. Matius 10:5-42, Lukas 9:1-6), ke kota-kota di Galilea. Menurut Injil, awalnya mereka ditugasi menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh-roh jahat, serta dalam Injil Matius membangkitkan orang mati, namun menurut beberapa sarjana "membangkitkan orang mati" adalah metafora dari menyembuhkan orang-orang yang sakit secara siritual dan dengan demikian menyingkirkan perilaku yang buruk. Mereka juga diperintahkan untuk: "jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju." Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima mereka, maka mereka harus keluar dari situ dan mengebaskan debu dari kaki mereka, suatu sikap yang dianggap beberapa sarjana sebagai tindakan merendahkan (Miller 26). Membawa tongkat (Matius dan Lukas menulis bahkan sebatang tongkat pun jangan) kadang-kadang dijadikan alasan mengapa para uskup menggunakan tongkat jabatan, dalam denominasi-denominasi yang melestarikan suksesi apostolik.
Selanjutnya dalam narasi-narasi Injil, kedua belas rasul dikisahkan diutus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia, tanpa membeda-bedakan apakah orang Yahudi ataukah bangsa-bangsa lain. Meskipun para rasul digambarkan sebagai orang-orang Yahudi Galilea, dan 10 dari nama-nama mereka berasal dari Bahasa Aram, namun 4 nama lain yang berasal dari Bahasa Yunani[1] menunjukkan latar belakang mereka yang lebih metropolis. Bahwasanya kedua belas rasul dan orang-orang terdekat Yesus semuanya adalah orang-orang Kristiani Yahudi dengan jelas ditunjukkan dalam pernyataan Yesus bahwa misinya ditujukan bagi orang-orang yang berasal dari rumah Israel (Matius 15:24) dan dengan fakta bahwa sesudah kematian Yesus barulah para rasul sepakat dengan Paulus bahwa ajaran Injil oleh diberitakan pula kepada bangsa-bangsa lain yang tak bersunat (Kisah Para Rasul 1:4-8, 10:1-11:18, 15:1-31, Galatia 2:7-9).

Daftar isi

Etimologi

Kata rasul berasal dari Bahasa Arab yang artinya utusan, kata rasul digunakan dalam Alkitab Bahasa Indonesia sebagai padanan kata πόστολος (apostolos) dari Bahasa Yunani.

Keduabelas Rasul

Injil Yohanes, tidak seperti ketiga Injil lainnya, tidak menyajikan suatu daftar formal dari para rasul, akan tetapi menyebut jumlah mereka yakni Dua Belas dalam Yohanes 6:67, 6:70, dan 6:71. Hanya sepuluh orang rasul yang disebutkan namanya, yakni:
  • Petrus
  • Andreas (diidentifikasi sebagai saudara dari Petrus)
  • Anak-anak Zebedeus (bentuk jamak berarti sekurang-kurangnya ada dua Rasul)
  • Filipus
  • Natanael
  • Tomas (yang disebut pula Didimus) (Yohanes 11:16, 20:24, 21:2))
  • Yudas Iskariot
  • Yudas (yang bukan Iskariot) (Yohanes 14:22)
Tokoh yang bernama Natanael dalam Injil Yohanes secara tradisional diidentifikasi sebagai orang yang sama dengan tokoh yang oleh Injil-Injil Sinoptik disebut Bartolomeus, dan banyak orang sepakat bahwa anak-anak Zebedeus adalah sebutan bagi Yakobus dan Yohanes, sedangkan Yudas (yang bukan Iskariot) adalah sebutan bagi Tadeus, yang dikenal pula sebagai Santo Yudas. Nama-nama yang tidak terdapat dalam Injil Yohanes adalah Yakobus, anak Alfeus, Matius, dan Simon orang Kanaan/Zelot. Yakobus Si Orang Benar, menurut Kitab Kisah Para Rasul, adalah pemimpin Gereja Yerusalem, dan Injil Matius merupakan Injil yang paling keyahudi-yahudian dari semua Injil, dan boleh jadi penulis Injil Yohanes sengaja tidak mencantumkan nama kedua tokoh tersebut sebagai bentuk penentangannya terhadap Kristianitas Yahudi. Pada abad ke-2, adanya dua nama Simon dalam daftar Injil-Injil Sinoptik memberi peluang untuk menganggap Simon Magus adalah salah satu dari kedua Simon tersebut, dan oleh karena itu adalah salah satu dari kedua belas Rasul; dan mungkin saja karena alasan ini maka Injil Yohanes tidak mencantumkan nama Simon yang lain itu. Simon yang kedua itu dapat pula adalah Simeon dari Yerusalem, pemimpin Gereja Yerusalem yang kedua, sesudah Yakobus.
Menurut daftar yang terdapat dalam Injil-Injil Sinoptik (Markus 3:13-19, Matius 10:1-4, Lukas 6:12-16), dua belas orang dipilih oleh Yesus menjelang permulaan pelayananNya, kedua belas orang yang juga disebutNya Rasul itu adalah:

Simon Petrus

Simon/Santo Petrus: yang diberi nama Petrus (Bahasa Yunani: petros, petra; Bahasa Aram: kēf; Bahasa Inggris: rock; Bahasa Indonesia: Batu Karang) oleh Yesus, dikenal pula dengan sebutan Simon bar Yonah atau Simon bar Yokhanan (Bahasa Aram), dan sebelum itu disebut dengan nama (Surat-Surat Paulus lebih dahulu ditulis) Kefas (Bahasa Aram) oleh Paulus dari Tarsus, dan Simon Petrus, nelayan dari Betsaida "di Galilea" (Yohanes 1:44; bdk. 12:21)

Andreas

Andreas/Santo Andreas: saudara Petrus, nelayan dari etsaida, dan murid Yohanes Pembaptis, disebut pula Rasul Yang Pertama Kali Dipanggil.

Yakobus

Yakobus dan

Yohanes

Yohanes: anak-anak Zebedeus, yang disebut Yesus Boanerges (sebuah nama Aram yang dijelaskan dalam Markus 3:17 sebagai "Anak-anak Guruh")

Filipus

Filipus: dari Betsaida "di Galilea" (Yohanes 1:44, 12:21)

Yakobus bin Alfeus

Rasul Yakobus bin Alfeus: umumnya dikenal sebagai Yakobus Muda. Kadang-kadang juga dikenal sebagai Yakobus Si Orang Benar[2]

Matius

Matius: si pemungut cukai, beberapa orang menyamakannya dengan Lewi anak Alfeus

Simon orang Zelot

Simon orang Kana: disebut-sebut dalam Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul sebagai Luke "Simon orang Zelot", beberapa orang menyamakannya dengan Simeon dari Yerusalem, sementara beberapa orang lain meragukannya dengan alasan bahwa tokoh bernama Simeon disebut-sebut pada waktu kelahiran Yesus sekitar tiga puluh tahun sebelumnya, sebagai seorang pria uzur yang tak lama lagi akan meninggal dunia. [3]

Yudas Iskariot

Yudas/Yudas Iskariot: nama Iskariot dapat berarti kota-kota Yudea di Keriot atau pun berarti sikarii (para pejuang pergerakan nasional Yahudi), atau berarti Isakhar. Juga disebut (misalnya dalam Yohanes 6:71 dan 13:26) sebagai "Yudas, anak Simon". Dia digantikan sebagai rasul dalam Kitab Kisah Para Rasul oleh Matias.

kesepuluh

Tomas

Tomas: tidak banyak yang diketahui tentangnya, namanya berasal dari kata bahasa Aram T'oma' = kembar

Didimus

Rasul ini juga dikenal sebagai Didimus, dan kata bahasa Yunani Didymous = kembar

Rasul kesebelas

Bartolomeus

Bartolomeus: dalam Bahasa Aram "bar-Talemai?", "putra Talemai" atau "orang Ptolemais",

Natanael

Rasul ini diidentifikasikan dengan Natanael yang disebut-sebut dalam Yohanes 1:45-1:51.

Rasul keduabelas

Tadeus

Identitas dari salah satu dari kedua belas rasul, yang secara tradisional disebut Santo Yudas, berbeda-beda antar Injil Sinoptik dan juga antar manuskrip kuno dari tiap Injil: Injil Markus menamakannya Tadeus; Manuskrip-manuskrip Injil Matius yang berbeda-beda mengidentifikasinya baik sebagai Tadeus atau Lebbaeus (beberapa manuskrip Latin dari masa selanjutnya menamakannya"Yudas orang Zelot", namun ini dianggap sebagai naskah yang keliru);

Yudas anak Yakobus

Injil Lukas menamakannya Yudas anak Yakobus (Lukas 6:16).

Pemanggilan

Hanya Injil Matius, Markus, dan Lukas yang mencatat pemanggilan keduabelas rasul.

Yesus memanggil murid-murid yang pertama

Matius 4:18-22 dan Markus 1:16-20 menceritakan bagaimana Yesus memanggil Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes.

Yesus memanggil keduabelas rasul

Matius 10:1-4, Markus 3:13-19, dan Lukas 6:12-16 menuliskan nama keduabelas rasul yang dipanggil Yesus, tanpa merinci pemanggilan masing-masing (kecuali empat yang di atas).

Penjala ikan menjadi penjala manusia

Lukas 5:1-11 menuliskan pemanggilan Simon, Yakobus, dan Yohanes setelah sebelumnya Yesus melakukan mujizat.

Lewi pemungut cukai mengikut Yesus

Markus 2:13-17 dan Lukas 5:27-32 menuliskan Lewi anak Alfeus (yang dalam Matius 9:9-13 disebut Matius) si pemungut cukai yang mengikuti panggilan Yesus.

Pengutusan

Yesus mengutus keduabelas murid

Matius 10:5-15, Markus 6:6-13, dan Lukas 9:1-6 menceritakan bagaimana Yesus mengutus keduabelas muridnya kepada orang-orang Israel untuk memberitakan bahwa "Kerajaan Sorga sudah dekat", menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang kusta, dan mengusir setan. Yesus menasihati supaya mereka tidak membawa bekal apa-apa melainkan hanya menerima tumpangan orang lain. Tidak dituliskan kapan pengutusan ini berakhir.

Rasul-rasul lain

Paulus dari Tarsus

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Paulus dari Tarsus
Paulus adalah rasul khusus yang mengabarkan Injil kepada bangsa bukan Yahudi.

Matias

Sesudah Yudas Iskariot mengkhianati Kristus dan bunuh diri karena rasa bersalahnya sebelum kebangkitan Yesus (menurut salah satu Injil), jumlah para rasul tinggal sebelas orang. Menurut Kisah Para Rasul 1:16–20, Petrus berkata, "Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu… Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini… Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.'" Jadi antara kenaikan Kristus dan hari Pentakosta, para rasul yang tersisa memilih rasul yang keduabelas dengan cara membuang undi, cara tradisional Yahudi untuk mengetahui kehendak Allah. Undian tersebut jatuh pada Matias, yang kemudian menjadi yang terakhir dari Keduabelas Rasul dalam Perjanjian Baru.
Ayat ini adalah salah satu di antara ayat-ayat Alkitab yang digunakan Gereja Katolik Roma untuk mempertahankan ajarannya mengenai Suksesi Apostolik.

Yesus sendiri

Penulis Surat kepada Orang Ibrani (3:1) menyebut Yesus "Rasul dan Imam Besar yang kita akui" dan yang "dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa".

Barnabas

Dalam Kisah Para Rasul 14:13, misionaris bernama Barnabas disebut pula rasul.

Yakobus Si Orang Benar

Yakobus biasanya diidentifikasikan sebagai saudara Yesus (lihat Yakobus Si Orang Benar untuk penjelasan lebih lanjut). Dia tidak disebut sebagai rasul dalam Injil-Injil, namun Gereja Ortodoks mengidentifikasikan dia sebagai orang pertama dari ketujuhpuluh orang dalam Lukas 10:1-20. Kelak dalam Kisah Para Rasul dia dikisahkan menjadi pemimpin Gereja Yerusalem, dan dia disebut pula sebagai rasul oleh Paulus dalam Galatia 1:19.

Andronikus dan Yunias

Dalam Roma 16:7 Paulus mengatakan bahwa Andronikus dan Yunias adalah "orang-orang yang terpandang di antara para rasul".
Ada dua pertanyaan yang menarik di sini. Yang pertama, apakah Yunias seorang wanita? Yang kedua, apakah kalimat itu bermakna bahwa mereka dikenal-baik oleh para rasul, ataukah mereka sendiri termasuk para rasul. Dari kedua pertanyaan tersebut, terbit kemungkinan adanya seorang rasul perempuan, yang mungkin merupakan contoh netralitas gender dalam Gereja purba.[4]
Untuk penjelasan selengkapnya mengenai isu ini, lihat artikel Yunia.

Unity school of Christianity/Keduabelas Kuasa Manusia

Unity Church menghubung-hubungkan tiap rasul dengan satu daya dari Keduabelas Kuasa Manusia menurut Charles Fillmore, yakni Cinta (Yohanes), Antusiasme atau Kegigihan (Simon dari Kana), Imajinasi (Natanael Bartholomeus), Iman (Simon Petrus), Kekuatan (Andreas), Tenaga (Filipus), Kehendak (Matius), Pengertian (Tomas Didimus), Kebijaksanaan (Yakobus, anak Zebedeus), Ketertiban (Yakobus, anak Alfeus), Kehidupan (Yudas Iskariot/Matias), dan Eliminasi atau Penolakan (Yudas Tadeus). Hal tersebut sebagian besar didasarkan atas karakter alkitabiah dan historis dari para rasul, misalnya Simon yang adalah seorang pejuang zelot, percobaan Petrus untuk berjalan di atas air ketika rasul-rasul lain tidak berani keluar dari perahu, kekuatan karakter Andreas tatkala menghadapi eksekusi, atau hasrat Yudas mengangkat harkat hidup orang lain melalui amal. Buku karya Sam Patrick dan Omar Garrison berjudul Jesus Loved Them: Living Portraits of People Who Knew Jesus, diterbitkan oleh Prentice-Hall tahun 1957, menerangkan huungan keduabelas-daya tersebut dengan para murid Yesus disertai lukisan sehalaman-penuh dari tiap murid, serta orang-orang lain dalam kehidupan Yesus.

Lihat pula

Pranala luar

No comments:

Post a Comment