Dalam tradisi Kristen Timur Ritus Bizantin (termasuk di dalamnya adalah Katolik Timur), masa PraPaskah 40 hari diakhiri dengan Hari Sabtu Lazarus. Hari Sabtu Lazarus jatuh pada hari Sabtu tepat sehari sebelum Hari Raya Minggu Palma. Oleh karena itu, Sabtu Lazarus merupakan jembatan antara masa PraPaskah menuju Pekan Suci.
Pada hari Sabtu Lazarus, kita memperingati peristiwa ketika Tuhan Yesus Kristus membangkitkan Lazarus dari kubur, padahal Lazarus telah mati dan berada dalam kubur selama 4 hari (bdk Yohanes 11).
Peringatan Sabtu Lazarus ini berkaitan dengan Peristiwa Paskah Hari Kebangkitan Tuhan. Dan bisa kita katakan sebagai suatu satu kesatuan. Keduanya bersumber pada 1 pribadi yang sama, yaitu Yesus Kristus. Dan keduanya berbicara mengenai kebangkitan tubuh.
Sabtu Lazarus mewartakan Yesus Kristus yang berkuasa membangkitkan Lazarus. Dan dalam diri Lazarus itu pula lah kita dapat melihat diri kita, serta semua umat manusia yang ada; mulai dari manusia pertama hingga manusia terakhir saat akhir jaman. Maka peristiwa ini merupakan suatu pewartaan dari Yesus Kristus sendiri yang memberikan suatu kepastian bahwa Dia lah Sang Kebangkitan dan Hidup itu sendiri. Dan Dia berkuasa membangkitkan orang mati dan memberi mereka hidup (bdk Yohanes 11:25, dapat dibaca pada bagian bawah).
Dan tentulah arti dari “hidup” yang diberikan Yesus ini berarti hidup yang seluas-luasnya dan sepenuh-penuhnya : semangat dan harapan hidup; hidup rohani kita; hal-hal atau aspek-aspek di dalam kehidupan kita (termasuk hidup rumah tangga, hidup sosial, dst); hidup dari jasmani kita; dan bahkan hidup setelah kematian dan akhir jaman nanti. Dia berkuasa memberikan hidup. Dan bukan hidup yang sekenanya atau sembarang hidup, melainkan hidup yang sepenuhnya. Dia menawarkan dan berkuasa memberikan hidup yang sejati, yang sesungguhnya dan dalam kelimpahan (bdk Yohanes 10:10, dapat dibaca pada bagian bawah), yaitu Hidup yang memiliki relasi dengan Allah, bersatu dengan Allah. Hidup yang kudus, dan dikuduskan terus menerus, terutama dengan Misterion-Misterion (Sakramen) suci, sehingga kita dijadikan semakin serupa dengan Kristus sendiri.
Dalam diri Lazarus dan peristiwa kebangkitannya oleh Kristus, kita dapat melihat secercah gambaran akan kebangkitan kita masing-masing pada akhir jaman. Yesus Kristus lah yang akan membangkitkan manusia satu per satu, dan memberi hidup.
Dalam Liturgi Ilahi pada hari ini, Kidung Trisagion akan diganti dengan kidung berikut : “Semua
yang telah dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Alleluia!” (bdk Gal 3:27). Misteri-misteri yang terjadi dalam sepekan, mulai dari Sabtu Lazarus, lalu Sengsara dan Wafat Kristus, dan berpuncak pada Kebangkitan Kristus; merupakan suatu model atau miniature atau blueprint dari hidup rohani kita. Sungguh, dalam Misterion Baptis, kita semua telah dibaptis dalam Kristus. Kita telah dipandang mati terhadap hidup dosa dan keduniawian. Namun sekaligus pula kita mengenakan dan diberikan hidup yang baru, yaitu hidup dalam Kristus. Kita mengenakan Kristus. Kita bukan lagi milik kita sendiri, melainkan milik Kristus yang telah menebus kita. Kita hidup bagi Kristus, dan Kristus hidup dalam kita. Baptis bukanlah akhir, melainkan awal dari hidup dalam Kristus. Maka hidup setelahnya adalah hidup dalam perjuangan menuju kepada kesempurnaan dalam Kristus. Kita berjuang setiap hari, hari demi hari melawan dosa, kedagingan, dan keduniawian, mengkuduskan diri, menyempurnakan diri, mempersatukan hidup dengan Kristus. Maka kelak, kita pun akan bangkit bersama Dia dan mulia bersama Dia.
Kidung Troparion
Dengan membangkitkan Lazarus dari kematian sebelum sengsara-Mu,
Kau telah meneguhkan kebangkitan bagi semua, ya Kristus Allah kami!
Bagaikan anak-anak dengan palem-palem kemenangan,
Kami berseru kepada-Mu, ya Penakluk maut;
Hosana di tempat tinggi!
Diberkatilah Dia yang datang di dalam nama Tuhan!
Kidung Kontakion
Kristus Sang Sukacita, Kebenaran dan Terang dari segala yang ada,
Hidup dunia dan Sang Kebangkitan,
Telah memperlihatkan diri-Nya demi kebaikan-Nya kepada semua yang ada di bumi.
Dia telah menjadi Gambaran bagi kebangkitan kita,
Dia mengkaruniakan pengampunan yang ilahi kepada semua!
Yohanes 10:10 - “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.“
Yohanes 11:25 - Jawab Yesus, “Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”
(Sumber : www.wikipedia.com; www.orthodoxwiki.org; Sumber ikon: full-of-grace-and truth.blogspot.com; saintmarkhouston.org)
Bersama-sama mempelajari iman Kristen beserta sejarah dan referensi pendukungnya. Menyebarkan sayap damai di antara denominasi dan merujuk kepada persamaan iman, bukan mempertentangkannya.
Showing posts with label ritus timur. Show all posts
Showing posts with label ritus timur. Show all posts
April 3, 2012
January 8, 2012
Gereja Katolik bukanlah Katolik Roma Saja (Penjelasan singkat mengenai Katolik Timur)
disadur dari https://www.facebook.com/notes/katolik-timur/gereja-katolik-bukanlah-katolik-roma-saja-penjelasan-singkat-mengenai-katolik-ti/10150599090560258
Persatuan Gereja-gereja Katolik dan ritus asalnya
Roma dan 22 Katolik Timur dengan Paus Roma sebagai pemimpin persekutuan ini. Ke-23 Gereja ini adalah Gereja Partikular yang otonom/mandiri. Hal ini berarti setiap Gereja partikular yang lain tidak bisa mencampuri urusan gerejawi dari Gereja partikular lainnya. Namun demikian, Paus Roma tetap memiliki karunia infallibilitas dalam mengajarkan ajaran Iman dan Moral yang mengikat seluruh Gereja (termasuk seluruh Gereja partikular yang otonom) dalam kapasitasnya sebagai Pengganti Petrus.
Tentang fakta bahwa ada 23 Gereja partikular yang otonom tidak menjadikan Gereja Katolik terdiri dari banyak aliran atau denominasi layaknya yang terjadi di saudara-saudari terpisah Protestan. Mengapa? Hal ini karena ke-23 Gereja ini memiliki persatuan yang penuh dan mengakui ajaran IMAN YANG SAMA, meski berbeda dalam mengekspresi IMAN YANG SAMA ini sesuai tradisi masing-masing.
Berikut ini ada sedikit penjelasan mengenai Katolik Timur.
APA DAN SIAPAKAH KATOLIK TIMUR?
Katolik Timur adalah sebutan bagi Gereja-Gereja Timur yang bersekutu/bersatu penuh dengan Paus Roma. Bersama dengan Gereja Katolik Latin (yang populer dengan sebutan Gereja Katolik Roma), membentuk "Gereja Katolik yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik" dengan Paus Roma sebagai pemimpinnya.
Gereja-Gereja Katolik Timur memiliki tradisi-tradisi liturgi, teologi, devosi, tata tertib gerejawi, doa-doa tradisional dan hukum kanon tersendiri yang berbeda dengan Gereja Katolik Romawi. Namun demikian, Gereja-gereja Katolik, baik Barat (Romawi) maupun Timur, sama derajatnya. (Dekrit Konsili Vatikan II - Orientalium Ecclesiarum No.3)
Gereja-Gereja Katolik Timur, sama seperti Gereja Katolik Roma, meyakini dan mengakui Primat Paus Roma atas Gereja Universal sebagai penerus Takhta St. Petrus; sebagaimana telah dinyatakan oleh Tuhan kita dalam Matius 16:15. (Dekrit Konsili Vatikan II - Orientalium Ecclesiarum No.3)
BAGAIMANAKAH SEHINGGA TERBENTUK "KATOLIK TIMUR"?
Pada perjalanan sejarah gereja, pembicaraan dan perbedaan pendapat mengenai hal-hal tertentu dalam iman menyebabkan perselisihan dalam Gereja Katolik yang universal. Gereja-gereja yang tidak bersepakat saling memisahkan diri, memisahkan diri dari persekutuan/persatuan dengan Paus Roma. Berbagai alasan melatar belakangi perpisahan ini.
Saat ini, ada 3 kelompok gereja oriental dan timur yang terpisah dari persatuan dengan Paus Roma, yaitu Gereja Timur Assiria (Assyrian Church of East) (perpisahan pada tahun 431), Gereja Ortodoks Oriental (perpisahan pada tahun 451), dan Gereja Ortodoks Timur (perpisahan pada tahun 1054 – disebut peristiwa Skisma Besar).
Namun pada perkembangan selanjutnya, sebagian dari masing-masing gereja timur yang memisahkan diri itu kembali bersatu dengan Roma, maka disebut sebagai "Katolik Timur".
Oleh karenanya, setiap gereja-gereja Ortodoks ada counterpartnya pada Gereja Katolik Timur. Misalnya: Katolik Koptik dengan Ortodoks Koptik, Katolik Rusia dengan Ortodoks Rusia, Katolik Rumania dengan Ortodoks Rumania dsb.
Tapi, ada 4 Gereja Timur yang mengaku selalu bersatu dengan Roma dalam artian mereka tidak pernah secara sengaja memutuskan persekutuan dengan Roma. Mereka adalah : Katolik Maronit, Katolik Syro-Malabar, Katolik Italo-Albania dan Katolik Yunani-Ukraina. Dari 22 Gereja Katolik Timur, ada dua Gereja yang tidak memiliki counterpart di Ortodoks yaitu Katolik Maronit dan Katolik Italo-Albania.
TERDIRI DARI GEREJA APA SAJAKAH "KATOLIK TIMUR"?
Berikut ini adalah daftar Gereja-Gereja Katolik Timur beserta lokasi tempat mereka berpusat, sebagaimana yang tercantum dalam Annuario Pontificio dari Tahta Suci (tanggal persatuan atau pendirian di dalam tanda kurung):
+ Tradisi liturgi Aleksandria:
1. Gereja Katolik Koptik : Kairo Mesir (1741)
2. Gereja Katolik Ethiopia : Addis Ababa, Ethiopia, Eritrea (1846)
+ Ritus liturgi Antiokhia atau Siria-Barat:
1. Gereja Maronit : Bkerke Libanon (persatuan dikukuhkan kembali pada 1182)
2. Gereja Katolik Suryani : Beirut (1781)
3. Gereja Katolik Siro-Malankara : Trivandrum, India (1930)
+ Tradisi liturgi Armenia:
1. Gereja Katolik Armenia : Beirut, Libanon(1742)
+ Tradisi liturgi Kaldea atau Siria-Timur:
1. Gereja Katolik Kaldea : Baghdad, Irak (1692)
2. Gereja Siro-Malabar : Ernakulam, India (tanggal persatuan masih diperdebatkan)
+ Tradisi liturgi Bizantium atau Konstantinopolitan:
1. Gereja Katolik Yunani Albania : Albania (1628)
2. Gereja Katolik Yunani Belarusia : Belarusia (1596)
3. Gereja Katolik Yunani Bulgaria : Sofia, Bulgaria (1861)
4. Gereja Bizantium Eparki Križevci : Križevci, Ruski Krstur Kroasia (1611)
5. Gereja Katolik Bizantium Yunani : Athena, Yunani, Turki (1829)
6. Gereja Katolik Yunani Hungaria : Nyiregyháza, Hungaria (1646)
7. Gereja Katolik Italo-Albania : Italia (Tidak pernah berpisah dari Gereja Katolik)
8. Gereja Katolik Yunani Makedonia : Skopje, Republik Makedonia (1918)
9. Gereja Katolik Yunani Melkit : Damaskus, Siria (1726)
10. Gereja Rumania Bersatu dengan Roma, Katolik-Yunani : Blaj Rumania (1697)
11. Gereja Katolik Rusia : Rusia (1905)
12. Gereja Katolik Ruthenia : Uzhhorod (1646)
13. Gereja Katolik Yunani Slowakia : Prešov Republik Slowakia (1646)
14. Gereja Katolik Yunani Ukraina : Kiev Ukraina (1595)
Catatan: Umat Katolik Bizantium-Georgia belum diakui sebagai sebuah Gereja partikular (sesuai dengan kanon 27 dari Hukum Kanon Gereja-Gereja Timur). Mayoritas umat Kristen Katolik Timur di Republik Georgia beribadat dengan menggunakan ritus liturgi Armenia.
(dari http://katolisitas.org/2009/05/22/apa-saja-yang-termasuk-gereja-timur-katolik/)
Apakah Gereja Katolik Timur sudah ada di Indonesia?
Sampai saat ini, Gereja Katolik Timur belum ada di Indonesia. Semua Gereja Katolik di Indonesia adalah Gereja Katolik Roma. Meskipun begitu, sudah ada orang Indonesia yang menjadi Katolik Melkit dan Katolik Yunani-Ukraina, dan kelompok Studi Katolik Timur sudah ada.
Apa perbedaan Katolik Timur dengan Ortodoks?
Perbedaan mendasar antara Katolik Timur dengan Ortodoks adalah Persatuan penuh dengan Roma. Gereja Ortodoks, walau memiliki suksesi apostolik yang jelas, tidak berada dalam persatuan penuh dengan Roma. Sedangkan Katolik Timur berada dalam persatuan penuh dengan Roma. Perbedaan ini kemudian berdampak pada penerimaan Dogma-dogma Katolik. Misalnya, Katolik Timur, meski mengekspresikannya dengan berbeda dari Katolik Roma, menerima Dogma Maria Yang dikandung tanpa noda (Immaculata) dan Infallibilitas Paus. Sedangkan Ortodoks menolak keduanya. Katolik Timur juga mengakui Primat Universal Paus, Uskup Roma. Sebagian besar Katolik Timur adalah Gereja-gereja Timur yang bersatu kembali dengan Roma, kecuali Katolik Maronit, Katolik Syro-Malabar, dan Katolik Italo-Albania.
Bagaimana tentang 4 Gereja Timur yang mengaku tetap berada dalam persatuan dengan Roma?
Gereja Katolik Italo-Albania tidak pernah terpisah karena meskipun ritusnya Byzantine namun mereka selalu menjadi bagian Kepatriarkhan Roma. Selain itu dulu memang ada beberapa keuskupan Byzantine yang berada di bawah yurisdiksi Roma sebagai Patriarkhnya. Yurisdiksi kepatriarkhan saat itu murni berkaitan dengan geografi.
Gereja Syro-Malabar dan Maronite mengklaim tidak pernah berpisah dari Roma, dalam arti mereka tidak pernah secara sengaja memutuskan persekutuan dengan Roma, namun hal ini tidak berarti bahwa selalu ada komunikasi dan hubungan persekutuan yang nyata antara kedua Gereja ini dengan Roma.
Bagi Gereja Maronite komunikasi yang nyata antara pihak Maronite dan Roma baru dimulai sejak Perang Salib (kecuali jika kita ingin menghitung surat-menyurat antara para biarawan dari biara St. Maro dan Paus Hormisdas yang berlangsung jauh lebih awal, tetapi pada masa itu kelompok St. Maron belum menjadi suatu Gereja yang otonom) dan kemudian secara jelas menjadi semakin erat.
Dalam kasus Gereja Syro-Malabar, mereka lama sekali menjalin hubungan erat dengan Gereja Assyria Timur (Nestorian), namun mereka tidak pernah secara terbuka menyatakan putus hubungan persekutuan dengan Roma. Namun, kontak yang nyata dengan pihak Roma baru dimulai pada saat misionaris Portugis datang ke India. Umat Kristen Malabar menunjukkan kedekatan yang luar biasa dengan para misionaris Portugis, bahkan kedekatan ini memungkinkan diangkatnya seorang Latin berkebangsaan Portugis menjadi Uskup bagi umat Syro-Malabar. Kemungkinan terjadinya hal-hal semacam ini kemudian dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa Gereja Syro-Malabar tidak pernah berpisah dari persekutuan Katolik.
Gereja Katolik Yunani-Ukraina adalah Gereja Katolik Timur terbesar. Gereja Katolik Yunani Ukraina adalah Gereja dengan ritus Bizantium yang berada dalam persekutuan penuh dengan Paus Roma.
Nama lain untuk Gereja ini: Gereja Katolik Yunani; Gereja Katolik Ukraina; Gereja Katolik Ukraina ritus Bizantium; Gereja Katolik Kyivan. Nama Gereja Katolik Yunani diperkenalkan oleh Kaisar Maria-Theresa pada tahun 1774 untuk membedakan Gereja ini dari Gereja Katolik Roma dan Gereja Katolik Armenia. Dalam dokumen resmi Gereja, istilah Ecclesia Ruthena unita digunakan. Pada tahun 1960, nama Gereja Katolik Ukraina mulai digunakan dalam dokumen resmi untuk merujuk pada umat Katolik Ukraina di diaspora dan Gereja bawah tanah di Soviet Ukraina. Di dalam dokumen statistik tahunan kepausan, Annuario Pontificio, nama Gereja Katolik Ukraina ritus Bizantium digunakan. Pada Sinode Uskup-uskup UGCC (September 1999), nama Gereja Katolik Kyivan diajukan untuk menekankan identitas Gereja ini. Pada tahun 988, Pangeran Volodymyr Agung menjadikan Kekristenan dalam Ritus Byzantine-Slavic sebagai agama nasional dari negara ini, Kyivan-Rus. Hal ini terjadi sebelum Skisma Timur pada tahun 1054 yang memisahkan Kristen Timur dari Barat. Gereja Kyivan menerima warisan tradisi Bizantium Timur dan merupakan bagian dari Kepatriarkhan Konstantinopel. Sekalipun begitu, Gereja ini juga tetap berada dalam persekutuan penuh dengan Katolik Latin dan Patriarkhnya, Paus Roma. Meskipun Konstantinople dan Roma memiliki perselisihan, Hierarki Kyivan mencoba mengusahakan persatuan Kristen. Wakil dari Rus berpartisipasi dalam Konsili Lyon (1245) dan Konstans (1418) di Barat. Isidorus, Uskup Agung Kyiv sendiri adalah seorang dari para kreator Persatuan Florence (1439).
Berapa Sakramen yang ada di Katolik Timur?
Katolik Timur mengakui 7 sakramen yang sama dengan Katolik Roma.
Bolehkah Umat Katolik Roma menerima Komuni di Gereja Katolik Timur?
Diperbolehkan. Tidak hanya Umat Katolik Roma saja, Umat Katolik Timur juga diperbolehkan menerima Komuni di Gereja Katolik Roma. Umat Katolik Timur juga diperbolehkan menerima Komuni di Gereja Katolik Timur lainnya. Hal ini karena ke-23 Gereja ini memiliki persatuan yang penuh dan mengakui ajaran IMAN YANG SAMA, meski berbeda dalam mengekspresi IMAN YANG SAMA ini sesuai tradisi masing-masing.
Apakah Katolik Timur mengakui semua ajaran Katolik tentang Bunda Maria?
Seperti yang sudah dikatakan, Katolik Timur mengakui ajaran IMAN YANG SAMA termasuk ajaran-ajaran mengenai Bunda Maria.
Imam Katolik Timur ada yang tidak selibat, benarkah demikian ?
Benar. Disiplin Selibat sebenarnya hanya berlaku bagi Para Imam Diosesan Latin, tidak secara universal. Selibat bagi Imam Diosesan Latin sendiri hanyalah JANJI bukan KAUL.
Gereja-gereja Katolik Timur menahbiskan Pria yang TELAH berkeluarga sebagai Imam, namun seorang Uskup Katolik Timur selalu dipilih dari kalangan Imam Selibat (biasanya Para Imam Biarawam). Seorang laki-laki yang telah ditahbiskan terlebih dahulu menjadi Imam Katolik Timur sebelum sempat menikah, tidak dapat menikah setelah ditahbiskan. Imam berkeluarga yang istrinya telah meninggal, juga tidak diperkenankan menikah lagi.
Imam Biarawan Katolik Timur sendiri sama dengan Imam Biarawan Latin, sama-sama memiliki Kaul Kemurnian. Jadi Imam Biarawan Katolik Timur juga tidak menikah.
Tradisi menahbiskan Pria berkeluarga pada dasarnya sama tuanya dengan tradisi Selibat. Baik Latin maupun Timur saling menghormati tradisi dan disiplin gerejani satu sama lain.
PAX ET BONUM
Diambil dari: http://www.facebook.com/notes/gereja-katolik/gereja-katolik-bukanlah-katolik-roma-saja-penjelasan-singkat-mengenai-katolik-ti/10150191573052440
Artikel ini diarsipkan di:
http://indonesian-papist.blogspot.com/2010/07/penjelasan-singkat-mengenai-katolik.html
July 7, 2011
Surat dari Imam Irak untuk Negaranya yang Terluka
Oleh Romo Albert Hisham Naoum
ROMA, November 11, 2010 (Zenit.org) - Para martir dari Gereja "Our Lady of Salvation" sekali lagi menunjukkan kepada dunia siapa diri kita, orang-orang Kristen di Irak, dan mereka bergabung dengan para martir Gereja kita, mereka yang mengorbankan nyawa mereka kepada Kristus Tuhan kita, yang mengajar kita untuk mmemberikan kesaksian akan kebangkitan, pengampunan, harapan, cinta, iman, dan sukacita.
Darah pahlawan kita yang gugur berteriak kepada dunia dan semua umat manusia, dan mendesak orang-orang Kristen di Irak, di manapun kita berada, untuk "mengajarkan" kepada dunia tentang penderitaan dan bangkitnya Kristus yang hidup di tanah kita yang terluka.
Ya, saya mengatakan "mengajarkan" karena iman kita adalah berita baik, seperti "dulu dan akan selalu begitu." Siapa yang memiliki telinga untuk mendengar, dengarkan kita sekarang dan tahu, bahwa Kristus hidup di dalam orang-orang Kristen di Irak. Ini adalah kesaksian yang hidup dan akan terus hidup. Dan jika ada seseorang yang tidak merasakan pentingnya memberikan kesaksian didalam kehidupan, kami hanya akan berkata kepadanya dan ke seluruh dunia, yang bagi kita itu adalah kehidupan itu sendiri. Apa yang dunia sebut "tidak penting" bagi kami itu adalah "segala-galanya"!
Orang-orang Kristen dari Irak sangat menyadari bahwa Kristus yang bangkit telah mengalahkan kematian, bukan karena mereka orang beriman yang sudah dibabtis, melainkan karena, dengan Dia, mereka telah mengalami mati diatas salib beberapa kali, dan bersamanya mereka meminum cawan pahit, dan telah mengalami rasanya ditinggalkan oleh orang lain. Dan berdampingan dengan Dia mereka berjalan di jalan salib-Nya, dan jatuh di bawah beratnya salib mereka. suatu kejadian dalam serangan terhadap Gereja-Gereja mereka, satu dengan kematian, dan yang lain lagi dengan pembantaian "Our Lady of Salvation." Namun, mereka terus berdiri dan hidup dengan iman mereka, seperti yang selalu dilakukan sepanjang sejarah, berjalan di sepanjang jalan penderitaan.
Bagi orang Kristen di Irak, 31 Oktober itu bukan kali pertama mereka telah menderita, dan tidak seorang manusia, terutama mereka yang mengaku menginginkan perdamaian, tetapi sebenarnya tidak, bisa berpura-pura bahwa ini akan menjadi yang terakhir. Tapi mereka tidak menarik minat kita, karena harapan kita tidak pernah, dan tidak akan pernah, kepada mereka, tetapi kepada Dia yang mengambil salib-Nnya dan berjalan dijalan kematian untuk menjamin bahwa hidup akan berlanjut dan secepatnya menang.
Sukacita dan tragedi
Orang-orang Kristen di Irak telah mengalami dalamnya makna hidup karena mereka telah mengalami sukacitanya setelah merasakan kepahitan kesedihan. Mereka telah tinggal didalam harapan setelah mengalami kekuatan sebuah tragedi. Mereka telah mengalami gelak tawa setelah dibayar air mata, dan telah mengalami senyuman setelah melihat mereka akan hancur dengan kekerasan. Ini benar-benar orang-orang Kristen di Irak dengan hati mereka yang baik, yang mengasihi semua orang, negara mereka, dan hidup, dan ini adalah mereka yang mengampuni musuh-musuh mereka, dan menabur kebaikan dimanapun mereka berada, menyebarkan semangat perdamaian. Dan meskipun mereka menderita, mereka tidak pernah lupa untuk hidup dengan semangat Kristen mereka di setiap tempat mereka pergi.
Sebagai contoh dari semua ini saya bisa tunjukkan yaitu Gereja "Our Lady of Salvation", yang berbicara atas nama semua orang Kristen di Irak, dan yang memberikan contoh ditulis dengan darah martir tersebut.
Pernahkah Anda mendengar bagaimana mereka meninggal dalam pembantaian ini, dua imam yang berani, Wasim Sabieh dan Thaier Saad Abdal? apakah anda tahu bahwa mereka membela orang-orang awam yang beriman dan mencoba untuk menyelamatkan nyawa mereka dengan menawarkan diri mereka sendiri dari saat pertama para penjahat menginjakkan kaki di Gereja? Apakah anda tahu bahwa seorang ayah melindungi anaknya dengan cara menutup seluruh tubuh anaknya dengan tubuhnya sendiri sementara mereka berbaring di lantai, dan meninggal dalam hujan peluru sehingga anak dapat bertahan? pernahkah anda mendengar bahwa pembunuh, membunuh seorang bayi perempuan berumur empat bulan dan seorang wanita muda, yang pada hari kematiannya telah menerima berita baik, yaitu bahwa dia hamil, dan pergi ke Gereja untuk bersyukur kepada Tuhan untuk hadiah ini?
Oh manusia di dunia, ini adalah orang-orang Kristen di Irak. Dengar dan sebarkan kabar baik kepada semua orang! Dan engkau orang-orang Kristen di Irak, ketika kesedihan mengisi jiwamu dan dirimu tidak bisa membayangkan masa depan, lihat diatas sana, kepada Allah di Surga dan Bumi, dan ingat dengan baik, siapa dirimu, dan biarkan dunia tahu! Kristus tidak akan meninggalkan kita sendiri, kita adalah "kawanan kecil," dan Ia ingin kita untuk tetap selama-lamanya bersama dengan Dia, untuk iman kita yang hidup dan kasih kita untuk semua, seperti yang kita selalu lakukan, karena seperti yang Ia katakan, "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku" (Yoh 13: 35).
Kami memberikan kesaksian dengan hidup kami, sehingga dunia bisa melihat apa yang terjadi dengan kami, jadi mereka yang telah menutup telinga mereka dan mereka yang telah menutup mulut mereka akan berbicara tentang siapa kita. Kami adalah orang-orang Kristen di Irak!
[Terjemahan dari bahasa Arab oleh ZENIT]
* * *
Romo Albert Hisyam Naoum adalah Imam Kasdim Irak mempelajari ilmu komunikasi di Roma, dan merupakan teman Romo Wasim Sabieh dan Romo Thaier Saad Abdal, dua imam yang tewas dalam serangan 31 Oktober di Gereja "Our Lady of Salvation", Katolik Suriah.
Diterjemahkan dari: http://www.zenit.org/article-30926?l=english
-in modico fidelis-
Artikel terjemahan: Page Gereja Katolik
Gereja Katolik Timur: Katolik Maronit
sumber: http://indonesian-papist.blogspot.com/2010/12/cardinal-nasrallah-pierre-sfeir.html
![]() |
| Patriarch Béchara Pierre Raï (71) |
Libanon adalah kota dengan warisan biblis yang kaya. Cedar/Kayu Aras dari Libanon adalah sumber kayu untuk Kuil Salomo (1 Raja-raja 5:5-7) dan Aras sendiri disebut di sepanjang Perjanjian Lama. Libanon digambarkan dalam asal muasal Kekristenan, karena Yesus Kristus mengunjungi Tirus bersama IbuNya, Maria, dan membuat mukjizat kepada Puteri wanita Siro-Fenisia, seperti yang dicatat dalam Matius 15:21-28 dan Markus 7:24-30. Libanon adalah rumah Gereja Katolik Maronit.
Kepala Gereja Katolik Maronit sekarang adalah Patriark Antiokia untuk Maronit, Patriarkh Bechara Pierre Rai (25 Maret 2011)
Sumber: Mary Our Mother dot net
Subscribe to:
Comments (Atom)

