January 18, 2011

Foto-Foto Kristen Arab

foto-foto diambil dari http://nationalgeographic.co.id/photography/91/kristen-arab

Sebagai penggembala kesepian pengasuh jemaat yang jumlahnya terus menyusut, Romo Artemios menyelenggarakan upacara pemakaman jemaat wanita berusia 95 tahun di Gereja St. Porphyrius. Gereja Ortodoks Yunani di Gaza City ini didirikan pada tahun 443. Umat Kristen di Jalur Gaza pernah sangat banyak jumlahnya, tetapi kini hanya sekitar 2.500 orang saja, kebanyakan sudah lanjut usia.

Eksodus umat Kristen terus berlangsung di Bethlehem, seperti Tony Rashmawi, istrinya Jeeda, dan putrinya Zeina, yang berkemas hendak ke Kanada. “Di bawah pendudukan Israel, mustahil kami bisa hidup normal,” kata Jeeda. “Kami harus memberikan masa depan untuk Zeina.”

Lama Salfity, 19, yang beragama Kristen, berpakaian konservatif ketika mengikuti kuliah di Community College of Applied Science and Technology, Gaza City. Perguruan tinggi ini adalah bagian dari Universitas Islam Gaza. Di universitas ini mahasiswi harus mengenakan jilbab dan abaya, padahal penganut Kristen hanya segelintir dari 20.600 mahasiswa yang terdaftar. Israel mengebom Universitas Hamas pada Desember 2008.

Lawan atau lari? Bagi para penganut Kristen Irak yang menjadi sasaran kelompok jihad untuk dibunuh atau diculik, jawabannya adalah lari ke Suriah atau Lebanon, dan di situlah Faraj Hermez asal Kirkuk mencari perlindungan bagi istri dan kesepuluh orang anaknya.

“Lindungilah ayahku,” begitulah doa Frank “Nunu” Yalda yang berusia empat tahun. Ayah Nunu, warga Irak beragama Kristen, diculik pada April 2006. Sejak itu tidak terdengar lagi kabarnya. Ketika paman Nunu juga diculik, seluruh keluarga menyelamatkan diri ke Damaskus, Suriah. Mereka tinggal di apartemen yang disubsidi PBB ini. Dari 1,4 juta pengungsi Irak yang saat ini tinggal di Suriah, mungkin 200.000 beragama Kristen, yang tersingkir akibat kekerasan dan diburu karena agama.

Pasukan Maronit mengelilingi politisi Kristen Lebanon dan para pendukungnya selama berlangsungnya pawai di Beirut timur untuk menghormati para pahlawan perang saudara Lebanon yang sudah gugur.

Di Beirut timur, Milad Assaf (kiri) adalah anggota Lebanese Forces, partai politik Kristen Maronit yang didukung oleh sukarelawan bersenjata lengkap.

Minggu Paskah adalah acara puncak dalam kalender musim semi bagi kaum muda dan yang suka bergaya di desa Saydnaya, Suriah. Di sini kehidupan masyarakat Kristen berlangsung di seputar gereja Bunda Kudus Saydnaya.

Sambil memainkan lagu pop dengan irama yang lain, para pandu Kristen ini berpawai di Desa Saydnaya pada Minggu Palem, mendaki bukit menuju gereja kuno, yaitu gereja Bunda Kudus dari Saydnaya, yang juga dihormati oleh kaum Muslimin.

Petapa Romo Yuhanna Kwawand membuka pintunya bagi para pengunjung, meskipun tidak sepanjang tahun. Jam untuk umum ini semakin membebani jadwal yang sudah padat yang antara lain diisi dengan menerjemahkan berjilid-jilid himne kuno Aramaik ke dalam bahasa Arab modern. Setelah pensiun sebagai guru Perjanjian Lama dalam Injil di Holy Spirit University of Kaslik, Romo Yuhanna masih tetap menyelenggarakan misa persembahan setiap hari, memanjatkan 10.000 doa sehari, dan hanya tidur beberapa jam di malam hari, di antara buku-bukunya. “Banyak orang yang terus saja membawa bahan untuk kutangani,” katanya sambil menarik napas panjang. “Mereka mengira petapa kekurangan kerja!”

Di gua-gua Lembah Qadicha, umat Kristen awal memimpikan wujud agama mereka kelak; berabad-abad kemudian, para rahib merantai mereka yang sakit jiwa, mencari penyembuhan Ilahi. Kini, umat Kristen Arab datang untuk meneguhkan iman.

Di gurun di utara Damaskus, biara Deir Mar Musa sudah ada sejak abad keenam ketika ratusan gereja dan biara bertebaran di wilayah itu. Dewasa ini para rahibnya mengatakan bahwa mereka adalah “saksi perdamaian” yang memupuk dialog Muslim-Kristen.

Tepi Barat Para petani Kristen kehilangan kebun zaitunnya ketika orang Israel memasang pagar yang membatasi daerah permukiman.

Satu-satunya komunitas di Tepi Barat yang masih seluruhnya Kristen adalah At Tayyibah, dan tiga gereja melayani 1.300 jemaatnya. Reruntuhan El Khader (atas), gereja berbentuk salib yang dibangun antara abad keempat dan ketujuh, dan dibangun kembali oleh para pejuang perang salib abad ke-12, berdiri tegak di pinggiran kota. Selama hampir seribu tahun setelah Masehi, pedesaan Kristen ini mendominasi puncak-puncak bukit berbatu di Palestina. Daerah ini dinyatakan sebagai tanah suci oleh Kaisar Konstantin setelah dia memeluk agama Kristen pada tahun 312.

Jemaat gereja menyemarakkan Daerah Kristen saat Paskah.

Sambil meratapi Kristus yang disalib dan menunggu mukjizat kebangkitan kembali, para peziarah di Gereja Katolik Juru Selamat mengikuti misa Sabtu Suci di Kota Tua Yerusalem.

Sambil memikul salib, warga Kristen Arab bergabung dengan kerumunan orang asing pada Jumat Agung. Mereka menyusuri rute Yesus melalui Kota Tua. Dulu, umat Kristen Arab adalah mayoritas, tetapi kini jumlahnya kalah banyak dan sering terabaikan.

Prajurit Kristen di Beirut timur yang menjadi pusat perang saudara di Lebanon memasang lambang keagamaan sebagai peringatan bagi milisi Syiah yang jadi tetangga mereka.












No comments:

Post a Comment