December 16, 2008

ADVEN: UNDANGAN PERTOBATAN

oleh: P. Gregorius Kaha, SVD

“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.
Tuhan sudah dekat”


Adven: Seberapa pentingnya bagi kita?
Adven yang berarti “kedatangan”, adalah moment sangat istimewa bagi kita dalam mempersiapkan diri merayakan Natal. Fokus utama sebenarnya bukan pada “penantian” tetapi justru pada “kedatangan Tuhan Yesus”. Dengan kata lain, Adven bukan moment final tetapi kesempatan berahmat untuk menyiapkan diri menyambut kedatangan Yesus Kristus. Kedatangan Kristus dalam konteks persiapan Adven adalah kedatangan-Nya dalam hati manusia. Jadi kita tidak hanya mengenang kelahiran Yesus ribuan tahun yang lalu, tetapi berjaga-jaga atau bersiap sedia untuk kedatangan-Nya yang kedua, juga kedatangan-Nya dalam hati kita. Kita patut berbangga karena Gereja dengan sangat tegas dan jelas mengajak dan menuntun kita memasuki masa persiapan sebelum merayakan Natal. Selama empat minggu kita menyiapkan diri dengan harapan agar makna Natal bisa menyentuh kehidupan kita. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa tanpa Adven, Natal kehilangan makna.

Makna Adven Bagi Kita
Adven dan Natal tidak bisa dilihat secara terpisah. Yang menyiapkan diri secara baik dalam Adven akan merasakan dan merayakan sukacita Natal. Maka makna dari masa Adven bisa kita simpulkan secara sederhana:

Pertama, Adven merupakan Undangan Pertobatan. Pertobatan merupakan sikap yang tepat untuk menyambut kedatangan Juruselamat. Kedatangan Tuhan Yesus didahului dengan seruan Yohanes Pembaptis untuk bertobat; dan kini ketika kita menyongsong Natal, Gereja pun mengajak kita untuk bertobat. Pertobatan bukan soal lahiriah belaka (seremonial semata) tetapi mesti menyentuh kedalaman hati untuk sebuah pembaharuan hidup. Oleh karena itu, sebenarnya kita bisa mengerti mengapa kita diajak untuk tidak merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember; yakni, supaya ada saat untuk merenungkan kehidupan ini dan menatanya secara baik dan benar sebelum menyambut kedatangan Kristus.

Kedua, Adven melukiskan Pengharapan dan Sukacita. Dalam tradisi, simbol masa persiapan ini adalah Lingkaran Adven. Selama empat minggu kita menanti penuh harapan. Buah dari tobat bukan kesedihan karena meninggalkan dosa / manusia lama, melainkan sukacita karena hidup baru dalam Tuhan. Minggu Adven tidak hanya mengajak kita memperbaharui lagi pengharapan kita akan janji penyelamatan, tetapi juga bersukacita karena janji itu terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Pada Minggu Adven ketiga (Minggu Gaudete), sukacita kita meluap-luap tak tertahankan lagi karena Sang Penyelamat sudah dekat. Oleh karena itu, sebenarnya kita bisa memahami, mengapa ada banyak simbol dan persiapan lahiriah (Lingkaran Adven, Ibadat Adven, pengakuan dosa dll) selama Masa Adven; yakni agar menumbuhkan dan mendukung persiapan batin kita.

Ketiga, Adven menggambarkan Penantian Panjang. Nubuat tentang kelahiran Yesus disampaikan kepada bangsa-bangsa melalui para nabi. Nubuat itu menimbulkan penantian dalam sejarah hidup manusia. Yesus memang sudah dilahirkan dan datang ke dunia, Ia pun berjanji akan datang untuk kedua kalinya. Adven mengajak kita menghayati penantian Gereja akan kedatangan kembali Tuhan Yesus ini.

Pesan: Jaga hatimu & teruslah bersolider
Melalui minggu-minggu Adven ini kita sebenarnya juga diajak untuk menantikan kedatangan Tuhan Yesus dalam hidup kita sehari-hari. Maka selama Adven, selain membangun sikap tobat, janganlah kita lupa berdoa mohon kehadiran-Nya dalam hidup kita agar kita pun berani membaharui kehidupan kita dan siap bersolider dengan sesama. Semoga Tuhan berkenan lahir dalam hati kita yang remuk-redam ini. Selamat beradven.

Masa Adven & Masa Natal


 Nabi Yesaya
APA ARTINYA PEDANG MENJADI MATA BAJAK? Salah satu nubuat nabi Yesaya adalah tentang tanda damai yang menyertai Mesias yaitu bahwa orang-orang akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak. Sungguh suatu lambang damai yang mengagumkan. Ketika para petani bersiap untuk menanam benih mereka pada musim tanam, mereka harus menggemburkan tanah. Setelah musim tuai, tanah menjadi keras dan kering. Jika benih-benih itu hanya sekedar dilemparkan ke atas tanah, maka burung-burung akan datang serta memakannya. Jadi, tanah harus dibajak terlebih dahulu.

Bajak mula-mula sekali hanya berupa tongkat berujung runcing. Setelah mengalami perkembangan, bajak menjadi semacam kereta yang dapat ditarik oleh binatang. Masalah utamanya adalah bahwa kayunya cepat sekali menjadi aus. Jadi, seseorang di Timur Tengah sana mendapat ide untuk memasang tongkat logam di bagian depan bajak. Logam yang baik selain jarang, juga mahal harganya. Kebanyakan orang hanya mampu membeli sepotong saja. Jadi, ketika terjadi perang, mata-mata bajak harus dilebur dan ditempa menjadi mata-mata pedang. Ketika keadaan damai, proses sebaliknyalah yang terjadi. “Pedang ditempa menjadi mata bajak” menjadi lambang perubahan dari keadaan perang ke damai.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com

 
NatalYANG MANAKAH YANG BENAR: XMAS ATAU CHRISTMAS? Kedua versi tersebut sama benarnya. Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. “Xristos” adalah kata Yunani untuk Kristus atau Christos dalam alfabet Romawi. "Kristus" sendiri artinya "Mesias" atau "Yang Diurapi". Jadi, X adalah singkatan yang tepat bagi Kristus. Gereja Perdana seringkali menggunakan X Yunani sebab X merupakan sandi rahasia yang mereka gunakan untuk mencegah orang luar mengenali identitas mereka.

Pada masa sekarang, sebagian orang menggunakan kata “Xmas” untuk mengurangi kesan religius, namun demikian asal kata tersebut sangat Kristiani.

“Christmas” adalah kata yang amat mengagumkan. Artinya “Christ's Mass” atau “Misa Kristus”. Pada abad pertengahan gereja-gereja akan memasang sebuah penanggalan di pintu masuk gereja. Penanggalan tersebut menunjukkan perayaan-perayaan serta pesta-pesta wajib gereja - yaitu hari di mana umat wajib menghadiri Misa seperti pada hari Minggu. Huruf-huruf “mas” (“misa”) seringkali ditambahkan pada akhir nama perayaan atau nama santo/santa yang pestanya sedang dirayakan. Sebagai contoh: perayaan St. Mikhael (29 September) disebut Michaelmas (Misa St. Mikhael). Perayaan kelahiran Yesus disebut Christmas atau Misa Kristus.

“Mass” atau misa berarti “misi”, jadi kita diutus untuk mewartakan kabar sukacita tentang kedatangan Sang Juruselamat. Kita sama seperti para gembala yang mewartakan kabar sukacita ke seluruh penjuru negeri. Ingatlah: don't just keep Christ in Christmas - KEEP THE MASS IN CHRISTMAS!

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


 Bayi Yesus dan Bunda-Nya
BAGAIMANA YESUS DILAHIRKAN? Sebuah pertanyaan yang kedengarannya konyol, tetapi ada beberapa keyakinan yang berbeda mengenai kelahiran Yesus. Menurut tradisi, Yesus dilahirkan secara normal seperti semua bayi lainnya dilahirkan ke dunia. Gereja-gereja Timur masih mempertahankan keyakinan ini.

Pada akhir tahun 1300-an, Santa Birgitta dari Swedia - seorang mistikus - menyatakan memperoleh penampakan Bunda Maria. Bunda Maria mengatakan kepadanya bahwa ketika tiba saatnya untuk bersalin, Bunda Maria berlutut dan berdoa. Tiba-tiba Bayi Yesus muncul di hadapannya dalam kilauan cahaya. Banyak artis barat menerima keyakinan ini dan melukiskan Bunda Maria berlutut dengan Bayi Yesus yang baru lahir di hadapannya.

Ada juga tradisi dari abad ke-13 yang menyatakan bahwa ketika Bunda Maria mulai sakit bersalin, St. Yusuf menebarkan jerami di hadapan Maria dan tiba-tiba Bayi Yesus muncul di atas jerami tanpa lahir secara fisik.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


 Tiga Raja dari Timur
APA ITU EPIFANI? Di masa silam para raja mempunyai kebiasaan untuk setiap tahun sekali mengunjungi berbagai desa dan kota di wilayah kerajaannya. Mereka mengadakan sidang untuk mengambil keputusan-keputusan, baik keputusan pengadilan maupun keputusan politik. Kunjungan-kunjungan seperti itu dimaksudkan untuk mengingatkan rakyat bahwa raja masih mengendalikan kekuasaan.

Dalam bahasa Yunani kunjungan seperti itu disebut epiphaneia, yang artinya "untuk menampakkan diri" atau unjuk kekuasaan. Tuhan menampakkan diri atau Epifani kepada dunia ketika Ia datang di Betlehem. Sarjana dari Timur, atau disebut juga orang-orang Majus, adalah seperti utusan-utusan untuk menyambut kedatangan-Nya.

Hadiah-hadiah yang dibawa oleh ketiga orang majus itu adalah simbol bagi misi dan karakter penyelamat Yesus kristus. EMAS, logam yang sangat berharga, melambangkan pribadi Yesus Kristus sebagai hadiah yang sangat mahal dari Allah untuk manusia. KEMENYAN adalah lambang imamat Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk mempersembahkan seluruh hidup-Nya bagi kemuliaan Bapa di surga dan bagi keselamatan umat manusia. Sedangkan MUR (getah dari pohon mor yang baunya wangi) melambangkan kematian Yesus, di mana tubuh-Nya diurapi saat pemakaman-Nya.

Hari Raya Epifani dulu disebut sebagai Pesta Tiga Raja, sekarang disebut sebagai Hari Raya Penampakan Tuhan.


Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan sebagian / seluruh artikel di atas dengan mencantumkan: “dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya”